Minggu, 26 Juli 2015

Selalu ada makna dibalik kehilangan

Ya allah berikanlah selalu kekuatan untuk mencintai dalam sabar. Semua orang menuntut untuk dimengerti dan pasti ada yang tidak akan diberikan tempat untuk menuntut yg sama. Lagi-lagi mereka harus berpasrah utk mengesampingkan diri  sendiri. Mohon selalu diberikan kekuatan dan kemudahan menjalani itu semua. Kau tau ya Allah, betapa banyak beban orang yg mereka harus tanggung diatas pundak mereka, sendirian. Mereka sadar akan kekurangan untuk memohon dan kembali pada Mu. Padahal atas ridho-Mu lah kemudahan akan selalu tercurah. Mereka berpasrah ya allah, hapuskanlan segala beban yg mereka bawa sendiri ini dan mampukanlah mereka melalui tiap keadaan meskipun artinya mereka harus kehilangan.

Jumat, 17 Juli 2015

Waktu.

Tidak semua hal baik yang dilakukan akan selalu bernilai baik bagi orang lain. Semoga waktu bisa menggantikan setiap apa yang hancur dan mampu menambalnya dengan kebahagian baru. Aku pernah amat bahagia, hingga melupakan segala hal. Sekarang kebahagian itu diambilNya. Tanda cintanya Tuhan ke aku. Aku yakin, cuma kesabaran yg akan berbuah manis.

Kamis, 11 Juni 2015

Treasure

Adalah suatu kesalahan yg akan saya sesali dalam hidup saya ketika saya melewatkan orang ini. Orang yg selaly berupaya menjaga saya dan menyayangi saya. Tiba hari ketika saya harus opname krn sakit yg sudah 2 hari menyiksa perut bawah bagian kiri saya, dan dia rela membawa seabrek pekerjaannya ke RS untuk menjaga saya. Terlihat lelah sekali jadi dirinya. Ya Allah selalu jaga Fadendi, berikanlah kemudahan dalam tiap kesulitannya, penuhi harinya dengan kebahagiaan. Amin

Selasa, 09 Juni 2015

Namanya, Fadendi Hutama.

Saya tidak termasuk golongan awam dalam menjalin kasih. Pernah ada beberapa pria yang masuk ke hidup saya, mewarnai serta saya pertahankan mati-matian. Namun dia, saya tak hanya pertahankan mati-matian. Tapi juga saya dedikasikan hidup saya untuk dia, saya korbankan zona nyaman saya, pergi jauh dari kampung halaman untuk menyambung mimpi bersama. Hubungan yang saya lalui beserta seluruh alur berkeloknya saya jalani dengan satu visi, menuju jenjang selanjutnya. Saya sudah tua, apalagi yang harus saya lakukan untuk membahagiakan orang tua saya, selain memberikan mereka kejutan manis dan air mata haru mereka yg terakhir untuk melepas saya dan mempercayakan anak kecilnya kepada laki-laki tampan yang selalu bekerja keras dalam hal apapun, Fadendi Hutama. Saya mengenalnya Tahun 2012. Suatu pertemuan singkat di anak tangga salah satu hotel di Malang. Cuma sapaan biasa. Tapi dari pertama lihat, yang buat saya suka ya senyumnya, ramah sekali, menentramkan. 2 Tahun sjak saat pertama bertemu kita tidak pernah berkomunikasi sama sekali karena sibuk menjalani hidup masing-masing. Tahun 2014, saat itu bulan ramadhan, pagi2 line saya bunyi, kagetlah saya. Fadendi Hutama mengirimi saya pesan untuk pertama kali. Dia orang yg hangat. Maka dari itu saya habiskan hari-hari saya bertemu dengan nya lewat line. Suatu ketika tanpa ada tanggal yg pasti dia mulai memanggil saya dengan sebutan "sayang". Kita mulai hubungan ini dengan bismillah. Saya bahagia. Sungguh bahagia. Sosok orang yg lemah lembut, hangat ada di depan saya. Saya tipe orang yg tidak suka laki-laki kasar. Maka dari itu sosok dia buat saya jatuh sejatuh-jatuhnya. Kita alami pasang surut hubungan. Saya memaklumi hal tersebut sbg proses adaptasi. Dia menemui saya di Palembang ditengah waktu sibuknya. Akhirnya itu yg membuat saya yakin. Saya harus bersama orang ini. Saya kayuh sekuat tenaga seluruh upaya saya untuk merangkul mimpi di Ibu kota, kota kelahirannya. Seluruh jenis pekerjaan saya ikuti tesnya hingga akhirnya impian saya terwujud. Saya ada disini. Saya sempatkan dalam hati berniat, akan saya luangkan waktu sebanyak-banyaknya untuk dia, sebagai balasan atas ketabahannya menjalani hubungan ini dengan saya, sosok yg tidak ada apa-apanya. Saya bukan tipe orang yg mudah minta maaf, tapi ketika saya bertemu dengan dia, saya usahakan untuk menurunkan ego saya. Orang bilang saya bodoh, tapi saya bilang itu cinta. Lalu mereka mau bilang apa ?.  Dalam doa tak pernah saya lupa untuk meminta ridho Allah atas hubungan ini. Kejadian yg jarang sekali terjadi, ibu saya pun mampu bercerita banyak kepada pacar saya ya hanya dengan dia saja.  Tuhan, selalu jaga hatinya, hatiku dan ridhoilah setiap langkah kami. Jangan sampai kebahagian kami membuat kami lupa bahwa engkau yg mempersatukan hingga kau cabut kembali kebahagian itu. Amin